Biji Chia Makanan Super dengan Kaya Manfaat

Biji Chia adalah biji dari tanaman yang tumbuh di padang pasir, bernama Salvia Hispanica dan biasa tumbuh di Mexico dan umum dikonsumsi untuk meningkatkan energi (energy booster).

Biji Chia mengandung Omega-3, Karbohidrat, Protein, Fiber, antioksidandan Calcium dan sering disebut Super Seed.

Biji Chia adalah biji-bijian alami dan sangat bermanfaat untuk kesehatan, diantaranya: mengurangi / menyeimbangkan berat badan, menurunkan tekanan darah, mengurangi resiko penyakit jantung, membantu mengatasi masalah gangguan tiroid, hipo-glycaemia (kadar gula darah kurang), diabetes, acid reflux (asam lambung naik), serta menurunkan kolesterol.

Beda Chia Seed hitam dan putih

Chia seed putih sama dengan yang hitam dalam hal nutrisi yang dikandungnya. Keduanya berasal dari family tumbuhan yang sama tetapi ditanam di tempat yang berbeda.

Salah satu factor utama yang membedakan keduanya adalah warna, walaupun yg putih sedikit terasa lebih renyah/gurih. Beberapa orang memilih warnanya untuk menyesuaikan keindahan masakan yang dibuatnya. Pemilihan antara chia seed hitam dan putih kebanyakan hanya pilihan sendiri.

 

Mengapa mengkonsumsi Chia Seed?

Dahulu sumber Omega-3 hanyadiketahui berasal dari ikan dan sayur-sayuran. Namun, sekarang ikan mungkin tercemar merkuri sedangkan kandungan Omega-3 dalam sayur-sayuran rendah. Saat ini Chia Seed merupakan sumber Omega-3 tertinggi dan berasal dari biji-bijian. Dengan demikian, Chia Seed sangat cocok bagi Anda yang memutuskan menjadi vegetarian, vegan ataupun mengurangi asupan daging/hewani.

 

Nutrisi yang dikandung Chia Seed adalah sebagai berikut:

– 8 kali lipat jumlah Omega-3 dibandingkan salmon,

– 6 kali jumlah kalsium dibandingkan susu,

– 2 kali lipat jumlah protein dibandingkan dengan biji-bijian lainnya,

– 6 kali jumlah potassium dibandingkan pisang,

– 3 kali jumlah antioksidan dibandingkan blueberry,

– 3 kali jumlah zat besi dibandingkan bayam

Mengkonsumsi Chia Seed setiap hari dapat melengkapi kebutuhan nutrisi anda sehari-hari serta meningkatkan kesehatan anda.

 

Sebagai Sumber Protein

Chia adalah sumber protein yang lengkap, menyediakan semua asam amino penting dalam bentuk yang mudah dicerna, dan memiliki sumber serat (fiber) yang luar biasa.

Anti Oksidan

Memiliki anti oksidan yang tinggi dan membuat nutrisi biji-bijian tetap stabil lebih lama. Biji Chia dapat disimpan kering selama 4-5 tahun tanpa penurunan rasa, aroma atau nilai gizi.

Untuk Diet

Biji ini mampu menyerap air dan membentuk gel, dapat menyimpan air 9-12 kali beratnya sehingga dapat menimbulkan rasa kenyang.

Selain itu ketika ditambahkan ke makanan, akan membakar kalori dan lemak tanpa menghilangkan rasa. Dengan demikian, seseorang dapat makan satu porsi biasa namun hanya terserap sekitar setengah kalori yang telah dimakan.

Penyerapan Gula

Chia Seed memperlambat dampak gula pada tubuh. Jika dikonsumsi bersama-sama, biji chia dapat menciptakan penghalang fisik antara karbohidrat dan pencernaan enzim yang menghancurkan mereka dan memperlambat konversi dari karbohidrat menjadi gula. Itu berarti energy dari makanan dilepaskan terus sehingga menghasilkan daya tahan lebih. Ini jelas bermanfaat bagi penderita diabetes pada khususnya.

Gluten Free

Protein kandungannya tidak mengandung gluten yang kurang baik bagi sebagian orang. Hal ini ideal bagi siapa saja yang sensitive terhadap gluten, atau bagi yang ingin menemukan biji-bijian pengganti gluten.

Cara Penggunaan

Chia seed yang lembut ini dapat dengan mudah dijadikan bahan untuk makanan. Cara yang paling umum untuk mengkonsumsinya adalah

  • dicampur dalam cereal, sayur-sayuran, nasi, yoghurt, roti dan bermacam-macam minuman;
  • dicampur ke air minum yang kemudian diminum seperti biasanya kita meminum air;
  • ditaburkan diatas buah-buahan potong yang akan kita makan;

Semakin lama biji Chia terendam, semakin tinggi nutrisi yang tersedia.

 

 

 

 

 

Anda bisa dapatkan biji chia ini di beberapa supermarket dan kini Noura Clinic juga menjual Organic Chia Seed lho;).Jangan lupa untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengkonsumsi biji chia ya Sahabat;)

Apa itu Asma Alergik?

Asma alergika adalah asma yang disebabkan oleh reaksi alergi, atau biasa disebut juga allergy-induced asthma Gejala asma akan muncul karena dipicu oleh alergen. Alergen adalah zat-zat tidak berbahaya di lingkungan, namun akan menimbulkan reaksi tidak normal pada tubuh orang yang memiliki bakat alergi. Asma alergika (allergic asthma) adalah tipe asma yang paling banyak terjadi, yakni mencapai 90% dari semua kasus asma.
Umumnya, asma yang terjadi pada anak-anak adalah asma alergik. Menghirup substansi-substansi alergen (debu, jamur, serbuk sari, bulu binatang, dll) akan memicu datangnya gejala atau serangansesak napas. Asthma and Allergy Foundation of America melaporkan bahwa lebih dari setengah penderita asma memiliki alergi. Pada kebanyakan kasus, alergi asma dapat datasii jika dilakukan pemeriksaan dan langkah-langkah penanganan yang memadai.
Pada kasus asma alergik, saluran pernapasan akan bereaksi tidak normal dan sangat sensitif terhadap alergen.

Saluran pernapasan mengalami peradangan sehingga saluran napas menyempit, yang akhirnya menimbulkan gejala asma, seperti:
• Batuk
• Mengi (berbunyi saat bernapas)
• Dada sesak
• Bernapas pendek-pendek, dan
• Bernapas dengan cepat
Pada umumnya, allergen apapun yang kita temui sehari-hari dapat memicu gejala asma. Hal tersebut tergantung bakat masing-masing orang. Golongan alergen yang umum memicu reaksi asma alergika ialah golongan hirup stress, kelelahan, Golongan allergen lain seperti susu, ikan, kerang-kerangan, telur, kacang-kacangan , dan obat-obatan juga dapat menyebabkan asma alergi. Namun, reaksi asma terhadap allergen ini tidaklah umum.
Pemicu asma alergik.

Asma alergik dipicu oleh alergen, yang ukurannya sangat kecil dan mudah terhirup saat bernapas. Alergen yang umum memicu asma antara lain:
• Serbuk sari, biasanya terbawa oleh angin dari pepohonan, rumput dan lain sebagainya.
• Jamur
• Bulu binatang
• Debu dan kotoran binatang kecil, misalnya rayap dan kecoak

Lebih jauh lagi, penderita asma alergik juga dapat mengalami serangan asma melalui pemicu asma yang umum, yaitu:
• Asap rokok
• Asap yang berasal dari kebakaran, dupa, obat nyamuk, maupun kembang api
• Udara dingin
• Aroma yang kuat dari bahan kimia, misalnya parfum atau pewangi ruangan
• Kelelahan
• Stress
• Suhu udara (terlalu panas atau terlalu dingin)

Menangani asma alergik

Penanganan terhadap asma alergik tidak jauh berbeda dengan penanganan asma yang lainnya, karena semua tipe asma akan menunjukkan gejala yang hampir sama. Dokter biasanya akan melakukan diagnosa awal untuk mengetahui tipe asma dan juga pemicunya.
Dokter juga akan memberikan obat-obatan untuk mengontrol dan mencegah serangan asma di waktu yang akan datang. Asma yang ditangani dengan baik membuat penderitanya dapat tetap hidup secara normal dan bisa beraktifitas seperti orang lain.
Alergi tidak dapat hilang sepenuhnya. Hal yang dapat dilakukan bagi penderita alergi adalah melakukan pencegahan atau menghindi materi-materi yang dapat menyebabkan alergi. Maka, penting bagi Anda untuk mengetahui apa saja yang dapat memicu timbulnya reaksi alergi Anda dan menghindarinya. Mengatasi alergi pertama kali dapat menggunakan obat antihistamin. Meskipun antihistamin tidak bisa menyembuhkan gejala-gejala alergi, obat ini bisa menghambat efek histamin dan mengurangi gejala-gejala yang Anda alami. Antihistamin membantu meredakan gejala-gejala di saluran pernapasan, kulit dan mata.
Antihistamin akan bekerja lebih baik jika digunakan sebelum merasakan gejala-gejala alergi. Jika digunakan secara teratur, antihistamin bisa membentuk perlindungan dalam darah untuk melawan alergen dan pelepasan histamin. Tapi, jangan lupa berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakannya.

Kini anda dapat melakukan diagnose alergi serta terapi alergi tanpa rasa sakit yang pastinya aman untuk anda dan si kecil di Noura Clinic yang ada di Bintaro Entertainment Center lantai 4, rooftop atau anda bisa langsung menghubungi no 081283352403 atau 081519507632.

Pengaruh Alergi terhadap Kecerdasan Anak

Alergi ternyata tidak hanya menimbulkan gejala yang selama ini umum diketahui, melainkan dapat juga mempengaruhi aspek lain yang lebih luas, yaitu kecerdasan dan perilaku anak. Gejala alergi yang selama ini kita kenal umumnya adalah gatal pada kulit, bibir dan mata bengkak, biduran, sesak napas, batuk dan pilek, diare, muntah, hingga konstipasi. Pemicunya pun bermacam-macam; makanan seperti susu dan olahan, golongan kacang-kacangan, telur, terigu, makanan laut, hirup; debu, bulu binatang, tungau, polen, asap, golongan obat; penisilin, antalgin, maupun logam seperti aluminium, merkuri, timbal dan sebagainya.

Ternyata, selain hal tersebut, menurut beberapa penelitian, anak yang alergi juga dapat terganggu kecerdasan dan perilaku, seperti gangguan daya ingat, sulit bicara atau gagap, kurang konsentrasi/fokus, impulsif, hiperaktif, lemas, gangguan emosi, hingga gejala spektrum autisme. Dari penelitian-penelitian, terungkap bahwa alergi dapat mengganggu perkembangan sel otak dan mengganggu hantaran impuls (listrik) di otak. Sesak napas dapat mengurangi aliran oksigen ke otak. Selain itu, batuk, pilek, dan batuk mengganggu daya konsentrasi anak. Semua itu mengganggu daya serap pelajaran anak. Gejala-gejala alergi juga mengganggu tidur anak sehingga tubuh tidak mendapatkan istirahat yang memadai sehingga saat terbangun, anak tampak tidak segar, kurang energi tanpa semangat serta kondisi mental yang kurang prima. Jika hal ini tidak mendapatkna perhatian dari orang tua, dalam waktu jangka panjang, hal tersebut dapat berdampak buruk bagi tumbuh kembang anak.

Selain itu, periode sakit yang dialami anak alergi jauh lebih lama dibandingkan anak tanpa alergi yang terkena penyakit yang sama. Contohnya, anak tanpa alergi yang terkena batuk-pilek bisa sembuh dalam waktu 5 hari, tetapi anak alergi, pulih dalam waktu kurang lebih 2 minggu (14 hari) atau lebih. Anak alergi sangat rentan dengan infeksi virus. Infeksi tersebut dapat menyerang berbagai macam organ, seperti otak, usus, dan sebagainya.

Dari kumpulan berbagai data, diketahui alergi dapat menimbulkan keterlambatan wicara pada 3-15% anak. Satu persen di antaranya menjadi tidak bisa berbicara, 30% dapat pulih dengan sendirinya, dan 69% di antaranya mengalami gangguan berbahasa, kognitif, dan keluhan belajar lainnya. Gangguan wicara yang berat dapat terjadi pada bayi di bawah usia 1 tahun yang mengalami gejala alergi terus-menerus dalam jangka waktu yang lama.

Alergi pun dapat mempengaruhi mood dan membuat anak menjadi agresif, hiperaktif, mudah marah atau histeris dan sering berteriak. Sebaliknya, ada pula anak alergi yang menjadi pemalu, sulit bergaul, dan menarik diri dari lingkungan. Istirahat yang kurang memadai dan kurangnya suplai oksigen ke otak turut berperan dalam ini. Faktor lainnya ialah terjadinya proses peradangan di tubuh yang mempengaruhi kerja otak. Namun yang tersebut belum sepenuhnya diketahui dan masih membutuhkan penelitian lanjutan.

Melihat begitu banyak dan besarnya dampak alergi pada Si Kecil, sangatlah penting untuk mendeteksi alergi sejak dini. Alergi, memang, sulit dicegah dan disembuhkan. Namun, penanggulangan yang dini dan tepat sangatlah penting. Oleh karena itu, jika Anda mencurigai si Kecil memiliki alergi, segeralah berkonsultasi ke dokter untuk evaluasi dan tatalaksana lebih lanjut.

Kini Anda dapat melakukan deteksi dengan pengecekan alergi tanpa rasa sakit di Noura Clinic yang ada di Bintaro Entertainment Center lantai 4, rooftop. Selain diagnosa alergi, Noura Clinic juga menyediakan fasilitas terapi untuk alergi tanpa rasa sakit. Mari kita jaga tumbuh kembang si kecil sejak dini.

Khasiat Asparagus bagi kesehatan

Asparagus merupakan anggota keluarga Lily (Liliaceae) yang meliputi bawang putih dan bawang merah. Asparagus berasal dari kata Yunani yang berarti ‘tunas’. Asparagus termasuk dalam golongan sayuran dan ini memiliki kandungan vitamin K dan asam folat yang berlimpah. Meskipun terdapat lebih dari 300 varietas yang diketahui, hanya 20 varietas yang bisa dimakan. Asparagus merupakan tanaman tak berdaun dan dapat tumbuh hingga 25 cm dalam sehari. Asparagus yang biasa dikonsumsi sebenarnya adalah tunas yang tumbuh dari semacam umbi yang berada di bawah tanah.

Manfaat asparagus bagi kesehatan sangat banyak, seperti untuk meningkatkan kesuburan, membantu mengatasi sindrom pra-menstruasi, kanker, diabetes, mabuk, katarak, rematik, TBC, depresi, penyakit neurodegeneratif dan kejang-kejang. Manfaat lainnya yaitu dapat mengurangi infeksi saluran kemih dan kolesterol dalam darah, meningkatkan kesehatan pencernaan. Asparagus juga memiliki kemampuan untuk menurunkan kadar homosistein dan bermanfaat untuk memelihara kesehatan jantung. Karena kandungan asam folat yang cukup tinggi, asparagus sangat baik dikonumsi selama kehamilan.

Nilai Gizi Asparagus

Asparagus merupakan sumber nutrisi seperti vitamin, mineral dan protein penting. Asparagus kaya akan vitamin A, B1 (tiamin), B2 (riboflavin), B3 (niasin), B5 (asam pantotenat), B-6, folat, C, E (alfa-tokoferol) dan K (phylloquinone). Mineral dalam asparagus termasuk zat besi, kalsium, fosfor, magnesium, mangan, seng, selenium dan potasium. Asparagus sangat rendah kalori tanpa kolesterol dan juga rendah natrium. Sementara itu, asparagus juga merupakan sumber sayuran yang kaya serat penting bagi tubuh.

Berikut manfaat asparagus untuk kesehatan

1. Kesehatan jantung
Asparagus mengandung folat yang penting untuk kesehatan sistem kardiovaskular dan dapat membantu mencegah anemia akibat defisiensi asam folat.
Minum sedikit jus asparagus yang dicampur dengan madu tiga kali sehari dapat membantu memperkuat jantung yang lemah.

2. Mengontrol gula darah
Asparagus membantu mengontrol kadar gula darah sehingga bermanfaat bagi penderita diabetes, kondisi pra-diabetes, serta hipertrigliseridemia (kadar trigliserida darah yang tinggi).

3. Agen detoksifikasi
Asparagus dapat membantu detoksifikasi tubuh dan mampu membantu mencegah infeksi saluran kemih.

4. Meningkatkan produksi ASI
Asparagus baik untuk ibu menyusui sebab dapat membantu memperbanyak produksi air susu ibu.

5. Kaya antioksidan
Asparagus mengandung banyak antioksidan yang membantu menangkal radikal bebas yang banyak kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Bila tidak dinetralisasi, radikal bebas tersebut dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, seperti kanker, penyakit autoimun, hipersensitifitas, penyakit degeneratif, katarak, dan sebagainya.

6. Kaya serat
Konsumsi reguler asparagus meningkatkan frekuensi buang air besar karena kaya akan serat. Dengan demikian, asparagus mencaga kesehatan usus kita, dan dapat membantu menjaga berat badan.

7. Mengurangi keasaman darah
Jus asparagus mampu membantu mengurangi keasaman darah serta membantu melarutkan batu ginjal.

8. Masalah datang Bulan
Asparagus memiliki kandungan tinggi potasium namun rendah sodium. Mineral-mineral tersebut yang dikombinasikan dengan asparagin, asam amino aktif, membuat asparagus efektif sebagai diuretik alami.
Diuretik sangat berguna mengurangi pembengkakan selama pramenstruasi dan kembung. Diuretik juga membantu mengurangi iritabilitas, kelelahan, dan depresi.

9. Anti inflamasi (anti peradangan)
Asparagus mengandung fitokimia yang menghasilkan efek anti-inflamasi sehingga membantu meringankan berbagai macam peradangan yang terjadi di dalam tubuh kita akibat paparan radikal bebas sehari-hari. Contoh peradangan yang lazim ditemukan ialah artritis, rematik, hipersensitifitas (alergi), dll.

Dengan demikian, asparagus dapat membantu mengurangi gejala-gejala tersebut.
Berbagai manfaat bisa Anda dapatkan dari mengkonsumsi asparagus.

Namun bagi anda yang memiliki alergi terhadap makanan yang satu ini disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
Segera cek dan konsultasikan alergi anda di Noura Clinic, sebuah klinik preventif yang menyediakan fasilitas untuk cek dan terapi alergi tanpa rasa sakit. Mari kita jadikan hidup sehat sebagai lifestyle.

 

Kesuburan dan Alergi

Kesuburan erat kaitannya dengan terjadinya proses kehamilan. Pasangan usia subur yang tidak mengalami konsepsi (pembuahan) setelah satu tahun melakukan hubungan seksual secara kontinyu bisa dikatakan tidak subur (infertil). Sedangkan pasangan di atas usia 35 tahun dikatakan infertil bila tidak mengalami konsepsi setelah 6 bulan.

Angka infertilitas dan masalah kesuburan di Indonesia tercatat sekitar 1 – 2 juta pasangan. Sedangkan data infertilitas di seluruh dunia menurut Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization, WHO) adalah sekitar 80 juta pasangan yang belum dikaruniai keturunan.

Anda sudah menikah lebih dari satu tahun namun belum juga hamil? Mungkin Anda dan pasangan mengalami alergi sperma. Kok bisa?

Alergi sperma terjadi bila tubuh istri membentuk antibodi terhadap sperma suami. Secara alami, tubuh akan membentuk respons kekebalan terhadap benda asing (antigen) yang masuk. Bila terjadi kontak antara sperma dan sistem kekebalan, perempuan akan membuat antibodi yang dikenal sebagai ASA (Anti-Sperm Antibody), tetapi dalam keadaan normal, tubuh perempuan mampu membentuk respon toleransi terhadap sperma sehingga ASA yang dibentuk tidak berlebihan.

Nah, pada kasus alergi sperma, tubuh mengenalinya sebagai benda asing yang pathogen (jahat/menyebabkan sakit) sehingga system kekebalan tubuh perempuan akan menyerang sperma yang menyebabkan kegagalan konsepsi.

Bisa saja pada saat kontak pertama, tubuh istri belum menunjukkan respons alergi, alias baik-baik saja. Tapi setelah beberapa kali, tubuh istri membentuk antibodi yang memberi reaksi penolakan terhadap sperma. Reaksi antibodi istri terhadap sperma (antigen) inilah yang mengaktifkan sistem kekebalan tubuh istri.

Alhasil, sperma yang masuk akan menggumpal sehingga tak bisa melanjutkan perjalanannya ke tuba falopii dan bertemu sel telur untuk kemudian membuahi telur tersebut. Inilah yang disebut infertilitas (kemandulan) imunologis, yaitu infertilitas yang disebabkan gangguan sistem imunologis dalam tubuh perempuan itu sendiri.

Jika Anda dan pasangan sudah lama menikah namun belum juga dikarunia keturunan, segera lakukan pemeriksaan sehingga dapat diketahui penyebabnya dan jika diperlukan dapat dicari langkah penanganannya dan terapi yang tepat dan terbaik.

Kini anda dapat melakukan pemeriksaan sekaligus terapi alergi tanpa rasa sakit (non-invasif) dengan menggunakan teknologi terbaru di Noura CliniC.

Mengapa Noura Clinic?

Noura Clinic didukung tim medis yang ahli dibidang imunologi, pola hidup sehat dan anti-ageing serta didukung oleh perangkat teknologi terkini yang memungkinkan pelaksanaan layanan dilakukan secara non-invasif (tanpa rasa sakit).

Segera kunjungi atau hubungi Noura Clinic

Bintaro Entertainment Center (BEC) lantai 4 rooftop, Bintaro Sektor 7, Tangerang Selatan

Telpon: 0812.833.52403.

 

(source: healthyliving.com)

 

 

Manfaat Omega 3: Membantu Penyembuhan Stroke Iskemik

Sudah umum diketahui bahwa OMEGA 3 (DHA) penting bagi kesehatan.

Seberapa penting serta manfaat apa yang diberikan omega 3 bagi tubuh?

Omega 3 mempunyai efek perlindungan terhadap jantung. Melalui efek anti-inflamasi dan pengencer darah, omega 3 mampu membantu menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida darah serta membantu mencegah pembentukan plak darah yang dapat menyebabkan serangan jantung.

Melalui penelitian terkini, Nicolas Bazan beserta timnya, peneliti dari sekolah Neuro science di Louisiana, New Orleans menemukan bahwa omega 3 mempunyai efek  protektif (perlindungan) terhadap otak pada kasus stroke iskemik, serta terhadap retina mata pada kasus kebutaan.

Dalam keadaan terancam (hampir mati), sel tubuh membentuk protein IDUNA, yang berfungsi sebagai sinyal S.O.S sel yang terkait. Untuk mengatasi bahaya yang mengancam sel tersebut, tubuh mengirimkan protein NPD-1 (Neuro protector D1) ke lokasi sel yang terancam, guna melindungi DNA sel tersebtu dari kepunahan. Sumber NPD1 adalah DHA (omega 3). Dengan demikian, jika tubuh mendapatkan DHA yang memadai maka tubuh mempunyai cadangan NPD1 yang cukup untuk dikirim saat sel tubuh dalam keadaan terancam.

Dalam kasus stroke iskemik, kondisi kerusakan area otak tertentu akibat kurangnya atau tidak adanya suplai darah ke otak, maka area otak yang terkena akan terancam mati akibat kurangnya asupan oksigen. Tentu hal tesebut mengakibatkan ancaman kematian sel. Jika dalam 2 jam dari kejadian stroke, pasien mendapatkan omega 3 yang memadai. Berdasarkan hasil penelitian tim Nicolas Bazan, maka tingkat penyembuhannya akan lebih tinggi.

Tentu untuk mendapatkan hasil yang memuaskan, pengobatan stroke sesuai SOP Spesialis Syaraf harus tetap dilaksanakan.

 

Keju Alami Vs Keju Olahan

Real Cheese Vs Processed Cheese

 

Bagi anda cheese lovers pasti bisa membedakan mana keju alami dan keju olahan.

Berikut beberapa perbedaan antara keju alami dengan keju olahan:

Keju Alami: Bakteri lebih baik untuk tubuh yang sehat, tidak ada bahan pengawet, tidak memakai pewarna makanan dan rasa buatan yang ditambahkan, lebih mahal, sehingga lebih bermanfaat bagi kesehatan tubuh manusia.

Keju olahan: Sudah ditambahkan garam, memakai bahan  pengawet, pewarna makanan dan rasa buatan, untuk harga keju olahan biasanya lebih murah dan lebih alergis dibandingkan dengan keju asli, jadi lebih merugikan kesehatan. Lalu  bagaimana membedakan mana keju alami dan keju olahan?Salah satu ciri keju olahan yaitu lebih lembut dan lebih mudah  meleleh, sedangkan untuk keju alami bentuknya masih asli (bulat/kotak) dan untuk mengkonsumsinya harus diiris maupun diparut. Di Amerika Serikat, persentase keju alami  bisa dilihat dari nama produk sedangkan  keju olahan harus diberi label dengan jelas. Terkadang keju olahan lebih disukai dalam resep tertentu seperti nachos atau makanan lain yang memerlukan keju meleleh. Bagi sebagian orang yang memilih hidup sehat maka akan  lebih memilih keju alami untuk mencegah menelan zat aditif, bahan pengawet dan bahan-bahan yang tidak diinginkan lainnya. Dalam kedua kasus tersebut, semua jenis keju dapat diproses atau dibiarkan dalam keadaan alami. Apakah seseorang menginginkan alam atau olahan mungkin bergantung pada sejumlah faktor termasuk selera, masalah kesehatan atau hal lain yang melibatkan bagaimana keju dibuat.Jadi pastikan anda memilih keju yang tepat untuk tubuh anda;)